Rabu, 28 Oktober 2009
Shalat
Diperlukan kesucian, penampilan, tindakan dan kemampuan berbicara yang baik, sesungguhnya Allah adalah Maha Suci lagi Maha Mulia .
Jadi, yang perlu kita jaga adalah ucapan dan sikap tubuh sempurna dalam shalat, seperti .. Ya Allah, kami datang dengan kondisi terbaik yang Engkau ciptakan, dan kami berbicara dengan bahasa dan ucapan yang baik, memohon kepada Mu, sesungguhnya Engkau adalah tempat sebaik-baiknya kami meminta dan memohon pertolongan .
Jumat, 02 Oktober 2009
Shalat
Jika hilang shalat kita, maka hilanglah satu tiang penyangganya, dan kita tidak bisa melompati jembatan itu tanpa berenang di Neraka dibawahnya.
Jika lemah shalat yang kita dirikan maka lemah pula tiang penyangganya, maka kita harus berlari untuk melaluinya, sebelum tiang itu runtuh, dan itu bisa menyebabkan kita tercebur kedalam Neraka dibawahnya.
Sedangkan amalan baik atau buruk yang kita lakukan adalah material pendukung yang menguatkan atau melemahkan tiang yang kita bangun .
Sesungguhnya Surga adalah murni pemberian Allah, tinggal sampai sejauh mana kita dapat membangun naik jembatan menuju Surga. Semakin kuat dan jauh kita membangun jembatan itu, maka semakin dekatlah kita dengan Allah, dan sudah barang tentu Surga yang letaknya semakin dekat dengan Allah adalah yang terbaik .
Sabtu, 19 September 2009
Hilal
Hilal merupakan awal masuknya bulan baru pada kalender qomariyah (bulan), termasuk kalender Hijriah. Banyak kegiatan penting ke-Islam-an mengambil dasar posisi Bulan di langit, seperti Tahun Baru Hijriah, awal shaum Ramadhan, dan Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Dengan demikian dipandang penting untuk menyebarluaskan informasi awal bulan baru yang ditandai oleh tampakan hilal. (http://bosscha.itb.ac.id/hilal/)
Seperti kacamata (ilmu pengetahuan) bagi orang berkacamata yang melihat hilal, ilmu astronomi (ilmu pengetahuan) dengan segala peralatan serta perangkat astronominya adalah tambahan mata bagi manusia yang diberikan Tuhan kepada manusia .
Jumat, 11 September 2009
Penciptaan manusia
Di kitab Al Quran ada menyebutkan bahwa asal kejadian manusia terdiri dari 7 (tujuh) macam kejadian.
Pertama : surat Ar Rahman, ayat 14
Yang dimaksud dengan kata “shal-shal” di ayat ini ialah : Tanah kering atau “setengah kering”, yakni “zat pembakar” ( Oksigen )
Kedua : di ayat ini disebut juga kata “fachchar” yang dimaksud ialah “zat Arang” ( Carbonium )
Ketiga : surat Al Hijir, ayat 28
Diayat ini juga disebut juga “shal-shal”, seperti tersebut diatas. Sedangkan kata “hamaa-in” di ayat tersebut ialah “Zat lemas” ( Netrogenium )
Keempat : surat As Sajadah, ayat 7
Yang dimaksud dengan kata “thien” (tanah) di ayat ini adalah “atom zat air” ( Hydrogenium )
Kelima : surat As Shafaat, ayat 11
Yang dimaksud dengan kata “lazib” (tanah liat) di ayat ini ialah “Zat besi” ( ferrum )
Keenam : surat Ali Imran, ayat 58
Yang dimaksud dengan kata “turab” (tanah) diayat ini ialah “Unsur-unsur zat asli” yang terdapat di dalam tanah, yang dinamai “zat-zat anorganis”
Ketujuh : surat Al Hijir, ayat 29
Maka ruh pun ditiupkan.
Ketujuh ayat Al Quran ini menunjukkan tentang proses kejadiannya Nabi Adam sehingga berbentuk manusia, lalu ditiupkan kepadanya sehingga manusia bernyawa (bertubuh jasmani dan rohani).
Sebagaimana disebutkan pada ayat keenam tentang kata : “turab” (tanah) ialah zat-zat asli yang terdapat di dalam tanah yang dinamai “Zat arganamis”. Zat anorganis itu baru terjadi setelah melalui proses persenyawaan antara “fachchar” yakni : carbonium (zat arang) dengan “shal-shal” yakni oxygenium (zat pembakar) dan “hamaa-in” ialah “Nitrogenium” (zat lemas) dan “thien yakni : hydrogenium (zat air).
Jelasnya adalah persenyawaan antara :
Fachchar (Carbonium = zat arang) dalam surat Ar Rahman, ayat 14
Shalshal (Oxygenium = zat pembakar) dalam surat Ar Rahman, ayat 14
Hamaa-in (Nitrogenium = zat lemas) dalam surat Al Hijir, ayat 28
Thien (Hydrogenium = zat air) dalam surat As Sajadah, ayat 7
Kemudian bersenyawa dengan zat besi (Ferrum), Yodium, Kalium, Silicium dan Mangaan, yang disebut “laazib” (zat anorganis) dalam surat As Sahaffaat, ayat 11.
Dalam proses persenyawaan tersebut, lalu terbentuklah zat yang dinamai “Protein”. Inilah yang disebut “Thurab” (zat-zat anorganis) dalam surat Ali Imran, ayat 58. salah satu zat-zat anorganis yang terpandang penting ialah “Zat kalium”, yang terdapat didalam jaringan tubuh, teristimewa didalam otot-otot.
Zat kalium itu dipandang terpenting oleh karena mempunyai aktivitas dalam proses hayati, yakni dalam pembentukan badan halus.
Dengan berlangsungnya “Proteinisasi” menjelmakan “proses pergantian” yang disebut “substitusi”.
Setelah selesai mengalami subtitusi, lalu menggempurlah electron-electron sinar cosmis yang mewujudkan “sebab pembentukan (Formasi), dinamai juga “sebab ujud” (Causa Formatis).
Adapun sinar Cosmis ialah suatu sinar mempunyai kemampuan untuk merubah sifat-sifat zat yang berasal dari tanah. Maka dengan mudah sinar Cosmis dapat meujutkan pembentukan tubuh manusia (Adam) berupa badan kasar (jasmaniah), yang terdiri dari bahan, kepala, tangan mata, telinga, hidung dan seterusnya.
Sampai disinilah ilmu pengetahuan exact dapat menganalisa tentang pembentukan tubuh kasar (jasmaniah, jasmani manusia / Adam).
Sedangkan tentang rokhani (abstract werenchap) tentu dibutuhkan ilmu pengetahuan yang serba rukhaniah pula, yang sangat erat hubungannya dengan “Metaphissica”.
Sumber : KYAI HAJI BAHAUDIN MUDHARY (1921-1979), Dialog masalah ketuhanan Jesus ( Kiblat Centre )